Sabtu Kreatif KIM (Komunitas Informasi Masyarakat) Jember "Maggot : Solusi Pintar Dari Alam Untuk Mengelola Sampah Organik"

  • Nov 01, 2025
  • SURYADI SETIAWAN

Sabtu, 1 November 2025

KIM Jember melaksanakan sosialisasi dengan tema "Maggot : Solusi Pintar Dari Alam Untuk Mengelola Sampah Organik" yang bertempat di Kelurahan Tegalgede, Kabupaten Jember. Acara ini dimulai pada pukul 09.00 WIB dan berlangsung hingga siang hari dengan suasana yang penuh semangat dan antusias dari para peserta.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Jember yang berkolaborasi dengan KIM di wilayah sekitarnya sebagai bentuk sinergi dan kepedulian bersama terhadap isu pengelolaan sampah, khususnya sampah organik rumah tangga. Kolaborasi ini menunjukkan semangat gotong royong antar KIM untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan melalui edukasi berbasis masyarakat.

Acara diawali dengan pembukaan dan sambutan dari perwakilan KIM Jember, yang menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan ini. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa masalah sampah organik merupakan tantangan serius yang memerlukan solusi kreatif dan berkelanjutan, salah satunya melalui pemanfaatan maggot atau larva Black Soldier Fly (BSF) sebagai agen pengurai alami.

Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari Lurah Tegalgede, yang menyampaikan rasa bangga atas dipilihnya wilayahnya sebagai tempat pelaksanaan kegiatan sosialisasi ini. Beliau berharap agar masyarakat dapat mengambil ilmu dan menerapkannya di lingkungan masing-masing, sehingga sampah organik tidak lagi menjadi sumber masalah, melainkan sumber manfaat dan peluang ekonomi.

Memasuki sesi inti, narasumber dari KIM Jember dan praktisi maggot lokal memberikan penjelasan mendalam tentang peran penting maggot dalam proses penguraian sampah organik. Dijelaskan bahwa maggot mampu mengurai sampah dapur seperti sisa sayuran, buah-buahan, dan bahan organik lainnya dalam waktu singkat tanpa menimbulkan bau busuk. Selain itu, hasil akhir dari proses ini dapat berupa pupuk organik cair, kompos, serta maggot kering yang bernilai ekonomis tinggi karena dapat dijadikan pakan ikan atau ternak.

Untuk menambah wawasan praktis, peserta juga diajak mengikuti demonstrasi langsung budidaya maggot. Dalam sesi ini, narasumber memperlihatkan langkah-langkah sederhana dalam membuat wadah budidaya, memilih bahan pakan yang sesuai, serta cara merawat koloni maggot agar produktif. Peserta terlihat sangat antusias, aktif bertanya, dan bahkan beberapa warga langsung menyatakan minat untuk mencoba budidaya maggot di rumah mereka.

Kegiatan ini juga menjadi sarana pertukaran informasi antar KIM, di mana masing-masing perwakilan berbagi pengalaman tentang upaya pengelolaan sampah di wilayahnya. Kolaborasi ini diharapkan dapat terus terjalin untuk memperkuat jaringan komunikasi dan edukasi lingkungan berbasis masyarakat.

Sebagai bentuk apresiasi, panitia memberikan doorprize menarik dan starter kit budidaya maggot bagi peserta yang aktif selama kegiatan berlangsung. Acara kemudian ditutup dengan foto bersama seluruh peserta, panitia, narasumber, dan perangkat Kelurahan Tegalgede sebagai simbol kebersamaan dan komitmen terhadap gerakan peduli lingkungan.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, KIM Jember bersama KIM di sekitarnya berharap dapat menumbuhkan kesadaran dan semangat baru di kalangan masyarakat untuk mengelola sampah organik secara mandiri dan berkelanjutan. Dengan memanfaatkan maggot sebagai “solusi pintar dari alam”, masyarakat tidak hanya berkontribusi dalam menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga mendapatkan nilai tambah ekonomi serta memperkuat budaya peduli lingkungan.

Sosialisasi ini menjadi bukti nyata bahwa inovasi sederhana yang berpihak pada alam dapat memberikan dampak besar bagi kelestarian bumi dan kesejahteraan masyarakat. Semangat kolaborasi antar KIM dan masyarakat Tegalgede diharapkan terus berlanjut untuk mewujudkan Jember yang bersih, hijau, dan mandiri dalam pengelolaan sampah.